Siapa bilang kita tidak bisa memproduksi alutista yang bagus dan diakui dunia luar? Baru-baru ini ratusan roket hulu ledak asap (smoke warhead) kaliber 70 milimeter buatan PT Sari Bahari, Malang, Jatim diekspor ke Republik Chile setelah memenangi tender internasional yang diikuti 43 negara.
PT Sari Bahari adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri pertahanan, khususnya di bidang pembuatan bom latih dan bom tajam untuk keperluan militer.
Bom buatan PT Sari Bahari ini sudah digunakan pesawat tempur standar Rusia dan NATO.
Direktur Utama PT Sari Bahari Ricky Hendrik Egam mengatakan bahwa pengiriman ini menandakan bukti kualitas produk Indonesia mampu bersaing dengan produk negara lain di bidang pertahanan.
“260 unit smoke warhead kaliber 70, akan kita kirim ke Chile kali pertama,” ujarnya disela persiapan pengiriman di perusahaannya Jalan Bendungan Sempor, Senin (25/3).
Ia menambahkan, ekspor ini juga merespon positif Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang industri pertahanan. “Bersama KKIP kami bekerja keras memaksimalkan kinerja industri pertahanan dalam negeri,” imbuh dia.
Alutsista ini nantinya dipakai sebagai sarana latih para pilot tempur angkatan bersenjata Republik Chile dan diharapkan permintaan lebih besar mengikuti pengiriman perdana kali ini.
Ricky membeberkan bahwa hulu ledak asap kaliber 70 milimeter ini mempunyai keunggulan dari sisi aerodinamis trajectory, serta mampu mengeluarkan asap selama 2 menit setelah hulu ledak terjadi impact dengan sasaran, dan TNI sudah memakainya sejak tahun 2000 silam.
“Sementara produk serupa oleh negara lain, hanya mampu mengeluarkan asap maksimal 1 menit,” bebernya.
Sejauh ini Ricky sudah memproduksi berbagai jenis bom latih dan aktif, yakni Bom P-100 (practice), Bom P-100 L (live), Bom P-25 (practice), Smoke Warhead Cal 70 mm (2.75″), Folding Fin for Motor Rocket Cal 70 MM (2.75″), Container Motor Rocket Cal 70 MM (2.75″), Mounting Stand Gun for Cal 5.56″-12.7″.
Dirjen Pothan Kemenhan Pos M. Hutabarat menuturkan bahwa pengiriman ini sebagai sinyal baik menarik minat negara lain. Sebab, Chile memiliki wilayah berdekatan dengan Brazil. “Brazil memiliki standarisasi persenjataan yang sudah baik,” tuturnya.
Dia menargetkan, Indonesia sudah mampu memproduksi alutsista sendiri, untuk dapat mempertahankan NKRI dan melakukan perlawan terhadap ancaman. “Itu target kita,” tandasnya.
Sumber: surabaya.detik.com, metrotvnews.com
lihat juga bom sukhoi buatan pabrikan sari bahari malang
